www.jagostat.com

www.jagostat.com

Website Belajar Matematika & Statistika

Website Belajar Matematika & Statistika

Metode Statistika II   »   Uji Normalitas   ›  Uji Normalitas Jarque-Bera
Normalitas

Uji Normalitas Jarque-Bera

Uji Jarque Bera sering diaplikasikan dalam analisis regresi untuk pemeriksaan asumsi normalitas atau untuk mengetahui apakah galat atau kesalahan acak mengikuti distribusi normal.


Uji Jarque Bera merupakan salah satu uji untuk mengidentifikasi apakah suatu peubah acak (random variables) berdistribusi normal atau tidak. Uji Jarque Bera sering diaplikasikan dalam analisis regresi untuk pemeriksaan asumsi normalitas atau untuk mengetahui apakah galat atau kesalahan acak (random error) mengikuti distribusi normal.

Ada pun hipotesis nol dan hipotesis alternatif dari Uji Jarque Bera dinyatakan oleh

\(H_0\): residual mengikut distribusi normal

\(H_1\): residual tidak mengikuti distribusi normal

Rumus statistik hitung Uji Jarque Bera yaitu

di mana:

Jika statistik hitung JB lebih besar dari nilai kritis chi-square dengan tingkat signifikansi \( \alpha = 0,05 \) dan derajat bebas 2 \((JB > χ^2_{(α;2)})\), maka keputusannya tolak hipotesis nol yang berarti residual tidak mengikuti distribusi normal.

Contoh 1:

Berikut adalah data modal keuangan dari 30 perusahaan (dalam juta US$).

56586064545250405753
65505352664555546556
55574863515544585460

Apakah data tersebut berdistribusi normal? (Gunakan Uji Jarque Bera)

Pembahasan:

Rata-rata modal keuangan 30 perusahaan tersebut adalah 55 (\(\bar{x}\)). Dengan demikian, kita peroleh

Sehingga

Keputusan: Gagal tolak \(H_0\) karena \(JB < χ^2_{(α;2)}\).

Kesimpulan: Dengan tingkat signifikansi 5% dapat disimpulkan bahwa data modal keuangan 30 perusahaan tersebut berdistribusi normal.

Artikel Terkait

The journey of a thousand miles begins with one step.