www.jagostat.com

www.jagostat.com

Website Belajar Matematika & Statistika

Website Belajar Matematika & Statistika

Metode Statistika I   »   Ukuran Lokasi Data   ›  Desil Data Berkelompok dan Tidak Berkelompok
Desil

Desil Data Berkelompok dan Tidak Berkelompok

Sekumpulan data yang sudah diurutkan dari terkecil hingga terbesar dapat dibagi menjadi sepuluh bagian. Ukuran lokasi yang membagi sekumpulan data menjadi sepuluh bagian yang sama dinamakan desil.


Sekumpulan data yang sudah diurutkan dari terkecil hingga terbesar dapat dibagi menjadi sepuluh bagian. Ukuran lokasi yang membagi sekumpulan data menjadi sepuluh bagian yang sama dinamakan desil. Masing-masing bagian mengandung 10% data. Dengan demikian, dari suatu kumpulan data dapat diperoleh 9 buah desil, yakni D1, D2,..,D9.

Rumus menghitung desil dapat dibagi berdasarkan data tidak berkelompok (ungrouped data) dan data kelompok (grouped data). Untuk menentukan desil dari data yang tidak berkelompok, dilakukan langkah-langkah berikut.

  1. Urutkan data dari nilai terkecil hingga terbesar.
  2. Tentukan letak D1, D2, …,D9 dengan rumus sebagai berikut.
  3. Gambar

Jika nomor urutan suatu desil bukan bilangan cacah maka gunakan interpolasi.

Sedangkan, untuk menentukan nilai desil yang sudah dikelompokkan ke dalam distribusi frekuensi, digunakan rumus:

Gambar

Keterangan:

\(D_j\) = desil ke-j (j = 1, 2, 3, …,99)

\(Tb_{D_j}\) = tepi bawah kelas yang memuat \(D_j\)

\(n\) = jumlah seluruh frekuensi

\(fk_{D_j}\) = frekuensi kumulatif kurang dari di bawah kelas yang memuat \(D_j\)

\(f_{D_j}\) = frekuensi kelas yang memuat \(D_j\)

\(I\) = lebar atau panjang kelas (interval kelas)

Artikel Terkait