www.jagostat.com

www.jagostat.com

Website Belajar Matematika & Statistika

Website Belajar Matematika & Statistika

Matematika Dasar   »   Statistika   ›  Ukuran Penyebaran Data: Range, Simpangan Rata-rata, Simpangan Baku, dan Simpangan Kuartil
Joki Tugas Matematika Murah, Hanya Rp10-50 Ribu. Hub. WA: 0812-5632-4552

Ukuran Penyebaran Data: Range, Simpangan Rata-rata, Simpangan Baku, dan Simpangan Kuartil

Ukuran penyebaran data (dispersi) menyatakan seberapa jauh penyimpangan nilai-nilai data dari nilai pusatnya atau menyatakan seberapa banyak nilai data yang berbeda dengan pusatnya.

Dua sampel berbeda mungkin memiliki mean atau median yang sama, tetapi dengan tingkat variabilitas yang berbeda, atau sebaliknya. Deskripsi yang tepat dari kumpulan data harus selalu mencakup kedua karakteristik ini.

Kita telah membahas ukuran pemusatan data (measures of central tendency) yang terdiri dari mean, median, dan modus. Pada artikel ini dan selanjutnya, akan dibahas mengenai ukuran penyebaran data (measures of dispersion).

Ukuran penyebaran data (dispersi) adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh penyimpangan nilai-nilai data dari nilai pusatnya atau ukuran yang menyatakan seberapa banyak nilai data yang berbeda dengan pusatnya.

Ada empat ukuran penyebaran data dengan masing-masing kelebihan dan kekurangannya, yaitu sebagai berikut:

  1. Jangkauan (range)
  2. Simpangan rata-rata (deviasi rata-rata)
  3. Simpangan baku (standar deviasi atau deviasi standar)
  4. Simpangan kuartil (jangkauan semi interkuartil)

Karena pembahasan untuk masing-masing ukuran tersebut cukup panjang, maka akan dibahas satu per satu dalam artikel terpisah. Klik link di bawah untuk melanjutkan membaca.

Sumber:

Sunardi, Slamet Waluyo & Sutrisna. 2014. Konsep dan Penerapan Matematika SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, klik tombol suka di bawah ini dan jika ada pembahasan yang kurang jelas dari artikel ini silahkan tanyakan di kolom komentar. Terima kasih.

Artikel Terkait

Di dalam membagi waktu kerja sebaiknya harus ada waktu yang terluang meskipun sedikit untuk sekedar beristirahat melepas lelah, karena hati atau jiwa juga merasa lelah dan bosan seperti halnya tubuh atau raga.